Sabtu, 03 Oktober 2009

Balada si Berat Badan (Part II: Let's go Diet!!)


Masih sehubungan dengan berat badan yang naik tidak terkontrol, akhirnya sekarang aku memutuskan untuk diet! yup, Diet!

Sebenernya pas bulan puasa kemarin aku dah ngurangin makanku danberhasil turun 2,5 kg loh,,tapi bis ebaran naik lagi 3 kg..huhuhu
Maka dari itu walaupun aku ga suka bgt yang namanya diet,,tapi kayanya sekarang ga ada pilihan lagi. Mau ga mau harus kulakukan. Targetku siy turun 4-5 kg..sampai tercapai berat kurang lebih 45 kg lah..

Nah,,sekarang aku mo berbagi sesuatu nih. Kemarin aku sempet browsing tips2 diet..Ada 1 artikel dari drarief.com nih,,penting buat diperhatikan bagi orang yg lagi diet.

"Mengurangi berat badan harus dilakukan dengan mengurangi kalori dan meningkatkan aktivitas fisik. Juga sebaiknya menghindari program diet ketat yang menjanjikan dengan cepat atau mudah menurunkan berat badan.
Menurunnya berat badan dalam diet ketat biasanya disebabkan karena kekurangan air dan melemahnya kondisi tubuh. Program diet ketat mungkin hasilnya lebih cepat, tetapi bukan berarti tidak ada efek sampingnya terhadap kesehatan.

Tips untuk berat badan ideal:

  1. Kehilangan berat badan 0.5-1 kg seminggu, dibolehkan asal tidak mengganggu emosi, kelelahan, dan daya tubuh melemah. Ini dapat dilakukan dengan mengurangi jumlah kadar asupan kalori setiap hari sampai 500 kalori dan meningkatkan aktivitas fisik… kedengarannya berat ? memang :)
  2. Pilih berbagai makanan dari seluruh kelompok makanan di tingkatan panduan makanan sehat (Food Guide Pyramid). Jangan memblok kalori terlalu rendah. Karena hal ini dapat memperlambat metabolisme dan sulit untuk mengkonsumsi gizi yang diperlukan untuk kinerja dan kesehatan.
  3. Jangan sampai telat makan. Asupan makanan secara teratur, atau makan tiga kali sehari, adalah penting untuk bahan bakar tubuh. Selain itu, jangan menunggu lapar karena bisa membuat anda nantinya kebanyakan makan.
  4. Makan makanan dengan porsi yang sedikit. Penurunan porsi makanan anda akan membantu mengurangi jumlah kadar asupan kalori.
  5. Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi. Selain air, es teh tawar dan minuman non kafein dapat membantu mengurangi jumlah kadar asupan kalori setiap hari dan membantu anda untuk tetap tidak kekurangan air.
  6. Makan dengan perlahan-lahan. Tubuh butuh penyesuaian terhadap makanan untuk dimakan dan mengirim sinyal kenyang ke otak. Makan perlahan membantu mencegah dari kebanyakan makan.
  7. Memilih makanan rendah lemak dapat membantu mengurangi berat badan dan mengurangi total asupan kalori. Mengisi makanan alami dalam kadar serat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, kacang, dan seluruh biji-bijian, dan membatasi lemak tinggi seperti keju, mentega, minyak, seluruh susu, daging merah, dan makanan manis.
  8. Jangan hentikan memakan makanan berlemak. Banyak atlet merasa bahwa asupan lemak adalah masalah bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Meskipun kelebihan lemak bisa menyebabkan berat badan bertambah tetapi sejumlah lemak diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kinerja kita.
  9. Makan makanan yang lebih banyak sebelum melakukan aktivitas yang besar pada siang hari, dan makan makanan kecil di malam hari. Biasanya malam hari sangat minim kegiatan, jika makan banyak pada malam hari akan menjadi penimbunan lemak di tubuh. Lihat pola makan 3-2-1 di sini.
  10. Makan makanan favorit anda secara bertahap. Jika anda menolak makanan berlemak favorit anda, biasanya anda akan cenderung lebih menginginkannya dan akhirnya memakannya secara berlebihan. Setiap makanan baik untuk dimakan namun makanlah dengan porsi secukupnya."


Moga cuplikan artikel ini bermanfaat buat sesama pejuang diet lainnya..Gudlak kawan,,semoga berhasil!



Kamis, 01 Oktober 2009

Balada Si Berat Badan (Part I : Sejarah Perkembangan)


Selama kurang lebih 23 tahun aku hidup,,aku ini termasuk orang yang ga pernah pusing soal berat badan. Prinsipku, selama masih dalam batas wajar, gendut dikit ga masalah, malah seksi.hehe..
Dan kebetulan memang pas jaman sekolah dari SD mpe SMA, aku ini termasuk kurus singset langsing lho..^^
Baru setelah kuliah di jogja dan jadi anak kos,,badanku mule sedikit melar...sedikiiit...
Yah, paling banter 42 kg (dengan tinggi seratus lima puluh sekian cm)

Well,,proses penggendutanku baru dimulai pas kuliah semester 8.
Jadi ceritanya waktu itu sekitar bulan Mei tahun 2008 aku sakit Demam berdarah + tipes! Mengenaskan memang,,,gara2 sakit itu aku dirawat di rumah sakit selama 1 minggu.
Pada awalnya aku memang ga doyan makan,,tapi setelah akhir2 dan setelah keluar dari rumah sakit ntah kenapa nafsu makanku gila2an..
Mamahku tersayang juga malah sangat mendukung nafsu makanku dengan semakin menyediakan berbagai jenis makanan, minuman kesehatan dan buah-buahan..
"lagi masa penyembuhan.." begitu kata beliau.

Dan,, yah, seperti diduga berat badanku naik dan badanku melar.
Hmm,,tapi karena menurutku masih dalam batas normal aku ya cuek2 saja..malah lebih berisi lebih seksi menurutku..hehe..menurutku lho...
Gara-gara kejadian itu beratku naik jadi sekitar 44-45 kg.

Proses penggendutan kedua yang lebih parah terjadi sekitar akhir Juli atau awal Agustus di tahun yang sama. Pada masa itu,, di Jogja sedang terjadi yang namanya wabah penyakit hepatitis A! Jumlah mahasiswa dan anak kos di jogja yang terkena ratusan. Emang bener2 parah waktu itu,,dan ironisnya yang banyak terkena justru mahasiswa di lingkungan kampus kesehatan (KU,KG,Farmasi). Di kampusku sendiri kayanya jumlahnya yg paling banyak deh di antara kampus2 lainnya. Dosen2 pun banyak yang kena.

Aku yang pada waktu itu lagi sibuk skripsi jadi kurang memperhatikan kesehatan dan kurang istirahat pun akhirnya turut menjadi korban keganasan hepatitis A tersebut. Karena telat ditangani sakitku terbilang cukup parah, SGOP dan SGPT sampai lebih dari 2000!
Akhirnya aku dibawa pulang ke rumah dan dirawat sampai sekitar 1 bulanan.
Dan tau sendiri kan kalau hepatitis itu salah satu perawatannya dengan minum curcuma yang notabene penambah nafsu makan! Selain itu, karena terus menerus mual dan muntah jadi aku disuruh mengkonsumsi minuman manis terus byar ga lemes.. (sampai sudah sembuh pun kebiasaan ini masih kebawa)

Daaan....yap,,seperti sebelumnya,,berat badanku naik dan kali ini pemelaran bentuk badan cukup keterlaluan.. Beratku naik mencapai 47 kg!
Jadi diitung-itung dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan beratku naik 5 kg! (dengan tinggi badan yang tidak bertambah!)
Kesimpulannya ya kaya yang di iklan tuh,,tumbuh-ke-samping!

Sampai di titik itu,,aku masih belum begitu perduli sama badanku yang melar, walau semua orang bilang aku gendut banget. Well,,mungkin karna saat itu ada teman seperjuangan juga, Andin, yang mengalami nasib yang sungguh mirip. Bahkan lebih banyak naiknya,,hampir 2x lipatku..hehe (piss ndin;p).
Jadi aku ngrasanya belum parah bgt...dan lagi pacarku juga ga komplain sama sekali tuh.
Bahkan dia senantiasa siap sedia menyuplaiku dengan berbagai makanan dan minuman supaya aku sehat dan ga sakit-sakit lagi..
Bener-bener my guilty pleasure..

Tapi sayangnya, tragedi itu tidak berakhir di situ saja.
Yup,, proses penggendutan masih berlanjut saat aku sudah lulus S1 dan mulai koas.
Pas udah mue koas, pola makanku sungguh kacau!
Bayangin aja, aku sarapan pagi jam set 8 pake susu plus roti, Jam 10 di kampus pasti di ajak makan sama temen2 di kantin, pulang koas jam 3-4 makan lagi sama temen2, nanti malem jam 8an makan lagi ma temen kos.
Gimana ga gendut coba??? Aaaaargggghhh.....

Daaan,,,seperti sebelum-sebelumnya beratku naik lagi,,badanku melar lagi..
Tapi kali ini sudah tak bisa dibiarkan,, beratku almost 50!! sungguh luar biasa..
makanya wlopun bener2 benci yang namanya diet,,kali ini tampaknya terpaksa kulakukan..
Mari kencangkan ikat pinggang,,tahan segala macam godaan dan hawa nafsu,,,mari kita mulai berdiet..


Doakan saya ya teman2...saya pasti bisa!!


Senin, 31 Agustus 2009

Ketika tangan dan Kaki Bicara






Lagu yang sangat menyentuh dari Chrisye,, dimana liriknya dibuat oleh Taufik Ismail.
Lirik lagu ini terinspirasi dari Surat Yasin ayat 65, yang berbunyi: A'udzubillahi minasy
syaithonirrojim. "Alyauma nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun"
Artinya: "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, da
n kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan."

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:
"Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kal
i menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi."

"Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini. Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!"

"Butuh kekuatan untuk menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa sudah senewen karena tinggal 1 lagu itu yang belum selesai direkam. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi!"


Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu ini, ini adalah suara Chrisye dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila mendengarkan lagu itu saja, Chrisye berkata: rasanya ingin berlari!
Subhannallah,,,sungguh luar biasa penghayatan Chrisye terhadap hari pengadilan

*****


Pada subuh hari Jum'at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura.
Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung setia masjid ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya. Amin.


*****



Siapkah kita jika tangan dan kaki kita bersaksi atas perbuatan kita??





Minggu, 30 Agustus 2009

PEREMPUAN YG DICINTAI SUAMIKU


Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku..
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2 seperti itu sebagai ungkapan sayang.

Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua diluarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran dikamar, atau main dengan anak2 kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik2 saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, disuatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit dirumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya, dibanding makan dirumah, dia kena typhoid, dan harus dirawat di RS, karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana, tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah, penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara, seakan2 waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat2nya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki2 maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat, akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam, sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat2 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario, setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku, dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari 3x. Dia membelikan aku parfum baru, dan mulai sering tertawa lepas. Tapi disaat lain, dia sering termenung didepan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang, ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal, karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar, dan menyapa dengan suara riangnya,
" Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini ? tidak mau makan juga? uhh… dasar anak nakal, sini piringnya", lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba2 saja sepiring nasi itu sudah habis ditangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku, seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun !

Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang kerumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba2, membawakan donat buat anak2, dan membawakan ekrol kesukaanku. Dia mengajakku jalan2, kadang mengajakku nonton. kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu2.
Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu, apa yang bergejolak dihatinya.

Suatu sore, mendung begitu menyelimuti jakarta, aku tidak pernah menyangka, hatikupun akan mendung, bahkan gerimis kemudian.
Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papa nya, dan memanggilku, " Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha ?"
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,

Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku, aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini, bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak2ku..

Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh2 mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik2 terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa, tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu, bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya, seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon2 beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan2 belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itu yang aku rasakan.

Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki2 yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa, itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa, dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku, tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti, you are the only one in my heart.

yours,

Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.

Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku.. Dia mencintai perempuan lain.
Aku mengumpulkan kekuatanku.. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku.. Surat itu aku simpan di amplop, dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa2 uang belanja, lalu aku belikan motor untuk mengantar dan menjemput anak2ku. Mario merasa heran, karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam2 merek tas dan baju. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Aku dulu memintanya menikahiku karena aku malu terlalu lama pacaran, sedangkan teman2ku sudah menikah semua. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya ? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku ? itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku.

Mario terus menerus sakit2an, dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus didalam hatinya. Dengan pura2 tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.

**********

Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat2 itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

" Mario, suamiku….

Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja dikantormu, akan membawaku pada cinta sejatiku.. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika aku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah, ketika kamu asyik bekerja, dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa diatas angin, ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..

Ternyata aku keliru…. aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.

Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, " kenapa, Rima ? Kenapa kamu mesti cemburu ? dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku ?"

Aku tidak perduli,dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.

Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.

Istrimu,

Rima"

Di surat yang lain,

"………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari kedua bola matamu saat memandang Meisha……"

Disurat yang kesekian,

"…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku.

Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan, aku tidak lagi marah2 padamu, aku tidak lagi suka membanting2 barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar masak, dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros, dan selalau menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang kerumah. Dan aku selalu meneleponmu, untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur disamping tempat tidurmu, dirumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah…….

Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya…….."

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu disampingnya.

Disurat terakhir, pagi ini…

"…………....Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang kerumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya dirumah Bude Tati, sampai kehujanan dan basah kuyup, karena waktu pulang hujannya deras sekali, dan aku hanya mengendarai motor.

Saat aku tiba dirumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran dimatamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran, dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu, inikah tanda2 cinta mulai bersemi dihatimu ?………"

Jelita menatap Meisha, dan bercerita,

" Siang itu Mama menjemputku dengan motornya, dari jauh aku melihat keceriaan diwajah mama, dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah2 kepadaku, tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya diseberang jalan, Ketika mama menyeberang jalan, tiba2 mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……" Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam, dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,

Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah2 dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba2 aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda2 aku mulai mencintainya ?

Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya, supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku, tapi karena dia belahan jiwaku….


Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk disamping nisan Rima. Diwajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario.



Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang, ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.




Minggu yang menyenangkan ^_____^



Hmm,,,senangnya seminggu kemarin ini..

Si ayank dateng ke jogja setelah 3 bulan ga ketemu!! horeee

Well,,pekerjaan si ayank yg di luar jawa alias di pedalaman kalimantan emang ga memungkinkan kami sering-sering ketemu. Paling-paling kami cuma bisa ketemu tiap 2 bulan sekali. Di kantor si ayank, yg bergerak di bidang pertambangan, para pekerjanya setiap 2 bulan kerja, dapet cuti 2 minggu. Yah lumayan lah...
Emang siy,,selama 2 bulan full ga bs ketemu,,paling cuma telponan ato vid call-an, tp klo pas cuti....puas,,puas,,puas...hyehehehehe ^_^

Untuk periode kemarin ini gara2 ikut proyek bos nya ke site tambang yang lain, plus ada berbagai pelatihan,,waktu kerja si ayank yang harusnya 2 bulan nambah jadi 3 bulan.hix..
Tiga bulan ga ketemu itu tyt lama juga ya...kangen bangeeeet!
Apalagi kemarin pas cuti ayank pulang ke Medan dulu karna adeknya lamaran,,tapi ya gapapa siy,,10 hari cukup qo..

Seneng banget deh klo ada si ayank di sini,, wlopun sebenernya minggu ini aku lagi sibuk banget koasnya, capek banget banting tulang dari pagi mpe sore,, tapi pas pulang koas seneng sebab ada si ayank yg jemput..hehe..

Rasanya kaya balik ke masa2 dulu pas dy blm kerja : pulang koas,,dy dateng jemput ke kosan,,trus pergi maen,,makan malem,,nongkrong,,blanja..dll...senangnya.. ^^
Wlo kali ini cuma semingguan tapi aku bahagia qo.. Kita bisa ngabuburit bareng, buka puasa bareng, tarawih, jalan-jalan, belanja, nongkrong, karaokean, etc..


Hmm,,tapi ternyata seminggu tuw cepet juga ya,,tau2 si ayank udah harus balik ke HO di jakarta..hix..sedih de tadi pas nganter ayank ke bandara,,kepikiran baru bs ketemu 2 bulan lagi...huhuhuhuw...
Pacaran ma telpon lagi deh...T__T


Yaaah,,,semoga 2 bulan cepat berlalu.....




Pip,miss him already...